Oleh: Supri Hartanto | 23 September 2013

KESALAHAN PENULISAN KARYA TULIS

karya ilmiah

HALAMAN COVER

  1. Halaman judul huruf besar semua dibuat susunannya piramida terbalik, semakin ke bawah semakin mengerucut.
  2. Isi halaman cover Judul, logo, nama, instansi

EDITING NASKAH

Dalam penulisan karya ilmiah maupun Skripsi. Kesalahan yang seling terjadi adalah:

1. Satu paragrap, minimal 2 kalimat. Panjang paragrap perlu keseimbangan.

2. Hindari penggunaan kata ganti orang. (Ia, Mereka, Kami, Saya, Dia)

3. Bila menyingkat kata, maka perlu dijabarkan dahulu singkatannya baru disingkat. Misalnya: Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

4. Hindari kata yang Ambigu, artinya kata tersebut mendua arti. (Guru sebagai ujung tombak pendidikan di Indonesia). Ujung tombak artinya: 1) ujung senjata tombak dan 2) sebagai guru yang membimbing siswa dalam pendidikan.

5. Hindari kesalahan pemakaian “di” yang disambung dan dipisah. Misalnya, di Desa, dimengerti, di lingkungan, direkayasa.

6. Semua nama tempat huruf besar. Yogyakarta, Bantul, Kelurahan Wirobrajan.

7. Hindari kata “bagaimana” (selain untuk Rumusan Masalah)

8. Hindari kata “dimana”.

9. Untuk Judul, dan sub judul, tebal.

10 Gunakan notasi yang benar dan teratur. Urutannya: I kemudian  A, kemudian 1.,  kemudian  a.; kemudian 1) dan seterusnya.

11.  Hindari kata sambung di depan paragrap, misalnya, walaupun, kemudian, dan.

12. Semua kutipan harus diberi nama pengarang, tahun, dan juga bisa diberikan halaman. Misalnya (Subarno, 2011:12)

13. Hindari kata yang berulang dalam satu kalimat. (Penggunaan “yang”, “dan” lebih baik satu kali dalam satu kalimat.

14.  Rata paragraf kanan dan kiri.

15. Jarak yang digunakan dalam menulis karya ilmiah tetap. Bila 2 spasi 2 spasi semua. Bila 1,5 spasi, 1,5 spasi semua.

16. Semua kata asing dan daerah yang belum diakui dalam bahasa Indonesia ditulis miring.

 

DAFTAR PUSTAKA

Dalam daftar pustaka juga sering terjadi kesalahan.

1. Daftar Pustaka diketik dalam satu spasi. Jarak antar judul buku 2 spasi. Baris kedua dan seterusnya menjorok 7-10 ketukan.
2. Daftar pustaka tidak usah dibalik namanya (bila tidak ada yang mengaturnya), kecuali nama marga dan nama asing. Misalnya, Retno Jaelani. Bukan Jaelani, Retno.
3. Daftar pustaka urut abjad.
4. Semua titel pendidikan tidak usah ditulis. Misalnya Drs. Johan, M.Pd, cukup ditulis Johan.
5. Daftar pustaka sebaiknya berangka tahun 2000 ke atas
6. Penulisan daftar pustaka yang berasal dari internet dapat digunakan asal terdapat nama penulis baik berwujud makalah, jurnal, maupun tulisan ilmiah.
7. Penulisan buku: Nama. Tahun. Judul (miring), Kota: Penerbit.
8. Penulisan internet: Nama. Tahun. Judul (miring). (Online) (http//www.jfjfafakfafaf, diunduh tanggal ……).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: