Oleh: Supri Hartanto | 24 Agustus 2011

MEDIA PEMBELAJARAN

1. Media Pembelajaran Berbasis Multimedia

Media berasal dari kata medium yang artinya perantara atau pengantar. Media pembelajaran dapat diartikan sebagai perantara untuk menyampaikan pesan belajar dari sumber pesan kepada penerima pesan, sehingga terjadi interaksi belajar mengajar (Munir, 2010: 138). Sumber pesan atau disebut juga komunikator biasanya dilakukan oleh pengajar, sedangkan penerima pesan atau komunikan biasanya peserta didik.

Media pembelajaran meliputi segala sesuatu yang dapat membantu pengajar dalam menyampaikan materi pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan motivasi, daya pikir dan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran yang sedang dibahas atau mempertahankan perhatian peserta tehadap materi yang dibahas. Kedudukan media pengajaran ada dalam komponen metode pembelajaran sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan belajarnya. Oleh sebab itu fungsi utama dari media pengajaran sebagai alat bantu mengajar, yakni menunjang penggunaan metode mengajar yang diperlukan guru (Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, 2009: 7).

Media pembelajaran akan mendukung keberhasilan pembelajaran karena memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut:

a.       Dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam terhadap materi pembelajaran yang sedang dibahas, karena dapatmenjelaskan konsep yang sulit menjadi lebih mudah.

b.      Dapat menjelaskan materi pembelajaran yang abstrak menjadi kongkrit.

c.       Membantu pengajar menyajikan materi pembelajaran menjadi lebih mudah dan cepat, sehingga peserta didik mudah memahami.

d.      Menarik dan membangkitkan perhatian, minat, motivasi, aktivitas dan kreativitas belajar peserta didik, serta dapat menghibur peserta didik.

e.       Meningkatkan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran dan memberikan kesan mendalam dalam pikiran peserta didik.

f.       Materi pembelajaran yang sudah dipelajari dapat diulang kembali.

g.      Dapat membentuk persamaan pendapat dan persepsi yang benar terhadap suatu objek, karena disampaikan tidak hanya secara verbal, namun dalam bentuk nyata menggunakan media pembelajaran.

h.      Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga peserta didik dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkugnan tempat belajarnya, sehingga memberikan pengalaman nyata dan langsung.

i.        Menambah pengetahuan, membentuk sikap peserta didik dan meningkatkan ketrampilan.

j.        Peserta didik belajar sesuai dengan karakteristiknya, kebutuhan, minat dan bakat, baik belajar secara individua, kelompok atau klasikal.

k.      Menghemat waktu, tenaga dan biaya (Munir, 2010: 139).

Media pembelajaran dapat meningkatkan proses belajaran siswa dalam proses belajar mengajar yang dapat berimplikasi pada hasil belajar yang dicapai. Ada beberapa alasan mengapa media pengajaran dapat meningkatkan proses belajar siswa. Pertama, berkenaan dengan manfaat media pengajaran dalam proses belajar siswa antara lain: (1) pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar; (2) bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat dipahami oleh peserta didik dan memungkinkan peserta didik menguasai tujuan pengajaran lebih baik; (3) media pembelajaran akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru; (4) peserta didik lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain sepertimengamati, melakukan mendemonstrasikan dan lain sebagainya.

Kedua, berkenaan dengan taraf berpikir siswa. Taraf berpikir manusia mengikuti taha perkembanga dimulai dari berpikir konkret menuju ke berpikir abstrak, dimulai dari berpikir sederhana menuju ke berpikir kompleks. Penggunaan media pembelajaran erat kaitannya dengan tahapan berpikir tersebut sebab melalui media pembelajaran hal-ha yang abstrak dapat dikonkretkan, dan hal-hal yang kompleks dapat disederhanakan (Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, 2009: 2).

Terdapat tiga kelebihan kemampuan media yaitu:

1.      Kemampuan fiksatif, artinya dapat menangkap, menyimpan, dan menampilkan kembali suatu objek atau kejadian. Dengan kemampuan ini, objek dapat digambar, dipotret, direkam, difilmkan, kemudian dapat disimpan dan pada saat diperlukan dapat ditunjukkan dan diamai kembali seperti kejadian aslinya.

2.      Kemampuan manipulatif, artinya media dapat menampilkan kembali objek dengan berbagai macam perubahan sesuai keperluan, misalnya diubah ukurannya, kecepatannya, warnannya, serta dapat diulang-ulang.

3.      Kemampuan distributif, artinya media mampu menjangkau audien yang besr jumlahnya dalam satu kali penyajian secara serempak, misalnya siaran televisi dan radio (Daryanto, 2010: 9).

Media pembelajaran merupakan unsur yang penting dalam proses pembelajaran selain metode mengajar. Kedua unsur ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajaran tertentu akan mepengaruhi jenis media pembelajaran yang digunakan. Pemakaian media pembelajaran dalam proses pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap peserta didik. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaiaan pesan dan isi pembelajaran pada saat itu. Media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningatkan pemahaman, penyajian data dengan menarik dan memadatkan informasi.

Media pembelajaran terbagi menjadi beberapa macam, salah satunya menggunakan media pembelajaran berbasis multimedia. Secara etimologis multimedia berasal dari kata multi yang berarti banyak dan medium yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu. Kata medium juga diartikan sebagai alat untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi (Niken Ariani dan Dany Haryanto, 2010: 1). Pendapat lain tentang definisi multimedia adalah suatu penggunaan gabungan beberapa media dalam menyampaikan informasi yang berupa teks, grafis, animasi, movie, video dan audio (Winarno, dkk, 2009: 2).

Multimedia dapat didefinisikan dalam beberapa kriteria, antara lain:

a.       Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output. Media dapat berupa audio (suara, musik) animasi, video, teks, grafik dan gambar.

b.      Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, anmiasi, audio dan video.

c.       Multimedia dalam konteks komputer adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, dengan menggunakan alat yang memungkinkan pemakai berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi (Niken Ariani dan Dany Haryanto, 2010: 11).

Berdasarkan berbagai kriteria tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis multimedia merupakan alat bantu pembelajaran untuk menyampaikan pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan dengan memadukan antara berbagai media yang berupa teks, gambar, grafik, sound, animasi, video, interaksi dan lain-lain yang dikemas menjadi satu file digital, digunakan untuk menyampaikan pesan kepada publik.

Media pembelajaran berbasis multimedia dengan menggunakan komputer lebih dikenal dengan istilah multimedia pembelajaran. Model pembelajaran berbasis komputer merupakan perkembangan pembelajaran berprogram (programed instruction). Dalam pembelajaran berbasis komputer seseorang berhadapan dan melakukan interaksi secara individu dengan multimedia yang dikembangkan. Oleh karena itu pembelajaran jenis ini memiliki ciri-ciri (1) komputer sebagai sarana mengembangkan multimedia; (2) bersifat interaktif; serta (3) pelayanan pembelajaran secara individu (Niken Ariani dan Dany Haryanto, 2010: 113).

Penggunaan media pembelajaran dengan menggunakan multimedia (Niken Ariani dan Dany Haryanto, 2010: 128) berpengaruh pada:

a.    Multi Bentuk Representasi

                Pengertian multi bentuk representasi adalah perpaduan antara teks, gambar nyata atau grafik berdampak informasi materi pengajaran dalam bentuk teks dapat diingat dengan baik jika disertai gambar. Teori yang melandasi anggapan ini adalah dual coding teory. Menurut teori ini, sistem kognitif manusia terdiri dari dua sub sistem yaitu sistem verbal dan sistem gambar (visual). Kata dan kalimat biasanya hanya diproses dalam sistem verbal, sedangkan gambar diproses melalui sistem gambar maupun sistem verbal. Adanya gambar dalam teks dapat meningkatkan memori oleh karena adanya dual coding dalam memori.

b.   Animasi

                      Animasi dapat digunakan untuk menarik perhatian peserta didik jika digunakan secara tepat, tetapi sebaliknya animasi juga dapat mengalihkan perhatian dari substansi materi yang disampaikan ke hiasan animatif yang justru tidak penting. Animasi dapat membantu proses belajar pembelajaran jika peserta didik hanya akan dapat melakukan proses kognitif yang dibantu dengan animasi, sedangkan tanpa animasi proses kognitif tidak dapat dilakukan. Peserta didik yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengetahuan rendah cenderung memerlukan bantuan, salah satunya animasi, untuk menangkap konsep materi yang disampaikan.

c.    Multi Saluran Sensorik

                      Penggunaan multimedia memungkinkan peserta didik mendapatkan berbagai variasi pemaparan materi. Melalui penggunaan multi saluran sensorik, dimungkinkan penggunaan bentuk-bentuk auditif dan visual. Perolehan pengetahuan melalui teks yang menggunakan gambar disertai animasi, hasil belajar peserta didik lebih baik jika teks disajikan daam bentuk auditif dari pada visual.

d.   Pembelajaran non linier

                      Pembelajaran non linier dimaksudkan sebagai proses pembelajaran yang tidak hanya mengandalkan materi dari guru, tetapi peserta didik hendaknya menambah pengetahuan dan ketrampilan dari berbagai sumber eksternal seperti narasumber di lapangan, studi literatur dari berbagai perpustakaan, situs internet dan sumber-sumber yang menunjang. Berdasarkan suatu penelitian dikatakan bahwa tingkat pemahaman dengan sistem pembelajaran non linier memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan pengetahuan dari fasilitator. Jadi tugas guru untuk dapat merangsang dan menciptakan suatu kondisi semangat menambah ilmu para peserta didik dari berbagai sumber lain.

e.    Interaktivitas

                      Interaktivitas diterjemahkan sebagai tingkat interaksi dengan media pembelajaran yang digunakan yakni multimedia. Kelebihan yang dimiliki multimedia, memungkinkan bagi siapapun untuk meanfaatkan detail-detail di dalam multimedia dalam menunjang kegiatan pembelajaran.

Penguasaan teknologi komunikasi khususnya komputer memerlukan pelatihan sebagai strategi peningkatan kemampuan pengoperasional berbagai program komputer. Terdapat beberapa indikator pengguasaan teknologi bagi pengajar maupun bagi peserta pelatihan yaitu:

a.       Bagi pengajar, terdapat enam kemahiran yang diperlukan yaitu (1) operasi dan penjagaan hardware (alat); (2) pengetahuan tentang pemilihan software (program) pengajaran; (3) integrasi pengajaran dan pembelajaran teknologi informasi dalam kurikulum; (4) teknik-teknik pengajaran menggunakan komputer; serta (5) peka terhadap teknologi terkini.

b.      Bagi peserta pelatihan, kemahiran dalam menggunakan suatu paket multimedia antara lain (1) pengetahuan tentang komputer dan bagaimana mengoperasikannya; (2) kemampuan mengoperasikan software (program) yang digunakan; (3) pemahaman tentang operasi dan peraturan keselamatan; serta (4) pengetahuan tentang hal-hal yang perlu apabila timbul masalah (Munir, 2010: 124).

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam menggunakan media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pertama, guru memiliki pemahaman media pnegajaran antara lain jenis dan manfaat media pengajaran, kriteria memilih dan menggunakan media pengajaran, menggunakan media sebagai alat bantu mengajar dan tindak lanjut penggunaan media dalam proses belajar mengajar. Kedua, guru terampil membuat media pembelajaran sederhana untuk keperluan pembelajaran, terutama media dua dimensi atau media grafis. Ketiga, pengetahuan dan ketrampilan dalam menilai keefektifan penggunaan media dalam proses pengajaran (Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, 2009: 4).

DAFTAR PUSTAKA

(Hubungi fb disamping bawah: akan dikirim lewat e-mail)


Responses

  1. mohon postkan daftar rujukannya mas pri trim’s

  2. Terima kasih…
    Sangat bermanfaat untuk penulisan PTK saya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: