Oleh: Supri Hartanto | 8 Agustus 2011

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN MODEL PORTOFOLIO BERBASIS SCIENCE TECHNOLOGY SOCIETY

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang Masalah

Peningkatan mutu pendidikan secara terintegrasi, merupakan tujuan utama dalam pengelolaan pendidikan. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan membutuhkan kerjasama berbagai elemen pendidikan baik pimpinan, guru, administrasi, kurikulum, penentu kebijakan pendidikan, sarana, prasarana dan berbagai elemen lain yang mendukung pendidikan. Kesadaran semua pihak dalam peningkatan mutu pendidikan menjadikan lembaga pendidikan mempunyai dinamisasi yang tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikannya.

Berbagai materi pembelajaran yang diberikan dijenjang pendidikan dikodivikasikan dalam kurikulum agar terjadi standarisasi kualitas pendidikan diIndonesia. Materi pembelajaran yang diberikan di sekolah bersifat kontekstual dan berbasis kearifan lokal agar siswa dapat mengimplementasikan materi pembelajaran dengan kehidupannya sehari-hari. Pengalaman pembelajaran yang menjadi fokus aktivitas siswa perlu diupayakan pengembangannya oleh guru agar siswa lebih memahami penerapan pembelajaran.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaaan yang diberikan di berbagai tingkat  pendidikan diharapkan mampu menjadikan siswa menjadi warga negara yang baik, sanggup melaksanakan hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa sesuai dengan konstitusi. Tujuan ideal pendidikan perlu didukung oleh berbagai kebijakan sekolah maupun peran serta guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Peranan guru untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan perlu ditingkatkan guna mendukung hasil proses belajar mengajar. Interaksi antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu indikator keberhasilan pembelajaran, karena apa yang diajarkan oleh guru dapat direspons oleh siswa untuk diaplikasikan dalam kehidupannya.

Guru sebagai salah satu elemen pendidikan, perlu meningkatkan kemampuan mengajarnya untuk dapat memberikan alternatif metode pengajaran yang sesuai dengan siswa. Strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan secara personal salah satunya dapat dilakukan dengan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Implementasi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat digunakan sebagai sarana peningkatan kualitas mengajar guru dan peningkatan prestasi siswa. Penelitian tindakan kelas juga digunakan untuk membantu siswa dalam mengatasi persoalan yang dihadapi, guna membantu pencapaian tujuan pembelajaran.

SMP Negeri 2 Piyungan merupakan sebuah lembaga pendidikan formal yang senantiasa meningkatkan kualitas pembelajarannya dengan menggunakan berbagai inovasi pembelajaran. Hasil dari berbagai penerapan strategi pembelajaran tersebut kemudian dievaluasi untuk dianalisis keefektifannya dalam meningkatkan proses belajar mengajar. Kurang maksimalnya pembelajaran perlu diantiasipasi agar mutu pembelajaran meningkat.

Implementasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 2 Piyungan, khususnya kelas VII B dalam beberapa sub pembelajaran masih menemui kendala. Guru yang berijasah Pendidikan Kewarganegaraan hanya terdapat satu orang, sehingga harus menanggani tiga rombongan belajar yaitu kelas VII, VIII dan IX. Setiap rombongan belajar terdapatlimakelas yaitu A, B, C, D, dan E. Kondisi tersebut menjadikan guru kekurangan waktu untuk menyiapkan media pembelajaran sehingga pembelajaran sering menggunakan metode konvensional. Proses pembelajaran lebih didominasi ceramah tanpa menerapkan model-model pembelajaran sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran.

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 2 Piyungan perlu ditingkatkan, khususnya keaktifan siswa. Kurang aktifnya siswa terlihat dari dominasi pembelajaran pada guru, sehingga siswa kurang mempunyai andil dalam pembelajaran. Pengkaitan antara materi pembelajaran dengan kondisi masyarakat  juga dinilai kurang maksimal, sehingga segi kontekstualitas dari pembelajaran perlu ditingkatkan. Kontekstualitas pembelajaran merupakan hal penting yang perlu diterapkan dalam pembelajaran, sehingga siswa dapat mengkonstruksikan pembelajaran dengan pemahaman awal pembelajaran yang didapatnya dalam lingkungan. Keterkaitan antara permasalahan di lingkungan dengan materi pembelajaran dapat meningkatkan prestasi pembelajaran, karena siswa lebih memahami tentang materi pembelajaran.

Kurang maksimalnya pembelajaran juga terindikasi dari prestasi pembelajaran siswa. Dalam evaluasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan nilai ulangan mid semester siswa hanya mencapai 62,76 padahal ketuntasan belajar Pendidikan Kewarganegaraan SMP 2 Piyungan adalah 7. Belum terlampauinya kriteria ketuntasan minimum tersebut perlu segera diantisipasi dengan mengubah sistem pembelajaran dengan menggunakan model maupun media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi maupun psikologi siswa.

Berbagai kondisi ideal dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan serta kurang maksimalnya pembelajaran di kelas VII B SMP 2 Piyungan, menjadikan landasan pemikiran pentingnya penelitian tindakan kelas untuk meminimalisasi kelemahan dalam pembelajaran. Peningkatan prestasi pembelajaran ditekankan pada aspek peningkatan keaktifan menggunakan model pembelajaran. Model yang akan digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah model portofolio berbasis science technology society (STS). Model ini sengaja digunakan mengingat karakteristik model pembelajaran portofolio berbasis science technology society sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk meningkatkan keaktifan siswa dengan mengkaitkan implementasi pembelajaran guna menganalisis kondisi masyarakat.

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan kajian tentang karakteristik dan kelemahaman pembelajaran yang terjadi di SMP Negeri 2 Piyungan maka rumusan masalah yang akan dijadikan kajian penelitian adalah “Bagaimana meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan dengan model portofolio berbasis science technology society siswa kelas VII B SMP 2 Piyungan Bantul Tahun Pelajaran 2010/2011?”

C. Rencana Pemecahan Masalah

Kurang maksimalnya keaktifan dan prestasi belajar siswa perlu diantisipasi dengan mengubah stategi pembelajaran. Model pembelajaran portofolio berbasis science technology society menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan pada penelitian ini. Karakteristik model ini sesuai dengan karakteristik kelemahan siswa sehingga dirasa tepat untuk dilaksanakan.

Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas yaitu dengan rangkaian tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi pada setiap siklusnya. Apabila hasil pembelajaran belum sesuai dengan target pembelajaran yaitu 75% siswa keaktifan dan nilainnya di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) maka penelitian akan dilanjutkan pada siklus berikutnya.

 

D. Tujuan Penelitian                        

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan dengan menerapkan model pembelajaran portofolio berbasis science technologi society yang dilakukan di kelas VII B SMP 2 Piyungan Bantul Yogyakarta tahun pelajaran 2010/2011.

E. Manfaat Hasil Penelitian                        

Manfaat penelitian ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu:

1.   Manfaat secara Teoritik

Secara teoritik manfaat penelitian ini dapat memberi tambahan pengetahuan tentang keaktifan, prestasi dan model pembelajaran portofolio berbasis science technologyi society. Kajian mendalam dari penelitian ini akan mengkonstruksi pengetahuan agar lebih mendapatkan informasi dan data dalam kajian teorinya.

2.   Manfaat secara Praktis

a.   Manfaat bagi Guru

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dapat digunakan untuk mencari solusi kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi siswa dalam belajar serta meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran baru.

b.   Manfaat bagi Sekolah

      Manfaat penelitian tindakan kelas bagi sekolah antara lain dapat memberikan masukan kepada sekolah tentang proses dan hasil penerapan model portofolio berbasis science technology society dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk dikembangkan.

F. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian tentang karakteristik dan kelemahaman pembelajaran yang terjadi di SMP Negeri 2 Piyungan maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini bahwa keaktifan dan prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan dapat ditingkatkan dengan penerapan model portofolio berbasis science technology society siswa di kelas VII B SMP Negeri 2 Piyungan tahun ajaran 2010/2011.

 (NASKAH LENGKAP ADA DI PENULIS)

DAFTAR PUSTAKA

 Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono. (2004). Psikologi belajar. Jakarta: Alfabeta.

Abdul Aziz Wahab. (2007). Metode dan model-model pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Bandung: Alfabeta.

Ardhana. (2009). Indikator keaktifan siswa yang dapat dijadikan penilaian dalam PTK. Diambil pada tanggal 20 November 2010, dari  http://www.ardhana12.wordpress.com.

Arnie Fajar. (2009). Portofolio dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.Bandung: Remaja Rosdakarya.

Asep Jihad dan Abdul Haris. (2010). Evaluasi pembelajaran.Yogyakarta: Multi Pressindo.

Aunnurahman. (2009). Belajar dan pembelajaran.Bandung: Alfabeta.

Basrowi dan Suwandi. (2008). Memahami penelitian kualitatif. Bandung: Rineka Cipta.

Bennett, William J. (1999). The educated child. New York: The Free Press.

BNSP. (2006). Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Depdiknas.

Buchory Muhammad Sukemi. (2006). Peningkatan partisipasi siswa dengan model CTL pada pembelajaran Kewarganegaraan Kelas XI SMA Negeri 1 Jetis, Bantul Yogyakarta. Laporan Penelitian Tindakan Kelas tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas PGRIYogyakarta.

———. (2007). Penilaian portofolio dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Kewarganegaan. Volume 1 Nomor 1, Januari 2007, halaman 29-43.

Dasim Budimansyah. (2003). Model pembelajaran berbasis portofolio. Bandung: Genesindo.

Decker, Celia Anita. (2004). Children the early years.Illinois: The Goodhead-Willcox Company, Inc.

Depdiknas. (2005). Penelitian tindakan kelas.Jakarta: Depdiknas.

Dimyati dan Mudjiono. (2006). Belajar dan pembelajaran.Jakarta: Rineka Cipta.

Em Zul Fajri dan Ratu Aprilia Senja. (2004). Kamus lengkap bahasa Indonesia. Jakarta: Difa Publiser.

Enrica Yulia Nugrahaeni. (2007). Penggunaan model portofolio sebagai upaya meningkatkan daya kritis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VIII SMP Negeri 3 Unggaran. Skripsi tidak diterbitkan.Semarang: Universitas NegeriSemarang.

Glatthorn, Allan A. (1995). Content of the curriculum.Virginia: Association For Supervision and Curriculum Development.

Hamzah B. Uno. (2009).  Model pembelajaran menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan efektif.  Jakarta: Bumi Aksara.

Hasibuan dan Moedjiono. (2009). Proses belajar mengajar. Bandung: Rosdakarya.

Irawan Soehartono. (2008). Metode penelitian sosial. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Kaelan dan Achmad Zubaidi. (2009). Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: Paradigma.

Kardiyat Wiharyanto. (2008). Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta: Ardana Media.

Muhammad Ali. (2008). Guru dalam proses mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Mulyasa. (2004). Kurikulum berbasis kompetensi.Bandung: Remaja Rosdakarya.

———–. (2006). Kurikulum tingkat satuan pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

————. (2008). Standar kompetensi dan sertifikasi guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mussen, Paul and Rosenzweig, Mark R. (1973). Psychology an introduction.MassachusettsToronto: D.C. Heath and Company.

Nana Sudjana. (2010). Dasar-dasar proses belajar mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Oemar Hamalik. (2004). Pendekatan baru strategi belajar mengajar berdasarkan CBSA.Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Rochiati Wiriaatmadja. (2005). Metode penelitian tindakan kelas. Bandung: Rosdakarya.

Ross, Burns Roe. (1992). Teaching reading. Boston:  Houghton Mifflin Company.

Ryan, Kevin and Cooper, James M. (1995). Those who can, teach. Bostom Toronto: Houghton Mifflin Company.

Saifuddin Azwar. (2010). Tes prestasi belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Saifudin Zuhri. (2008). Pembelajaran Model Portofolio pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA “Al-Husain” Salam Kabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2007/2008. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.

Slameto. (2005). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.Jakarta: Rineka Cipta.

Sofyan S. Wilis. (2009). Konseling keluarga.Bandung: Alfabeta.

Sugihartono, dkk. (2007). Psikologi pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

Suharsimi Arikunto, dkk. (2007). Penelitian tindakan kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Sukardi. (2004). Metode penelitian pendidikan, kompetensi dan praktiknya.Jakarta: PT. Bumi Aksara

Sumaji. (2004). Studi tentang efektifitas pembelajaran Matematika dengan model portofolio. Dalam Jurnal MIPA Volume. 14 Nomor 1, Januari 2004, Halaman 32-39.

Suwarsih Madya. (2007). Teori dan praktik penelitian tindakan (action research). Bandung: Alfabeta.

Syaiful Bahri Djamarah. (2008). Psikologi belajar. Bandung: Rineka Cipta.

Tim. 2010. Ketrampilan daar mengajar. Malang: Ketrampian dasar mengajar. Malang: Ar-Ruzz Media.

Tohirin. (2007). Bimbingan dan konseling di sekolah dan madrasah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Triyanto. (2007). Model-model pembelajaran inovatif berorientasi konstruktivistik.Jakarta: Prestasi Pustaka.

———-. (2009). Mendesain model pembelajaran inovatif dan progresif.Jakarta: Kencana.

Udin S. Winataputra. (2009). Materi dan pembelajaran PKn SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

 Undang-Undang. (2003).  No 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Walfarianto. (2008). Strategi belajar mengajar. Yogyakarta: Universitas PGRIYogyakarta.

Wina Sanjaya. (2007). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan.Jakarta: Kecana.

Woolfolk, Anita. (2004). Educational psychology.Boston: Pearson Education, Inc.

 Yuliani Nurani Sujiono. (2010).  Mengajar dengan portofolio.Jakarta: Indeks.

Zaenal Arifin. (2010). Evaluasi pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Zainal Aqib. (2008). Penelitian tindakan kelas.Bandung: Yrama Widya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: