Oleh: Supri Hartanto | 17 November 2010

FENOMENA PENINGKATAN CYBERSEX MENGGUNAKAN APLIKASI PROGRAM INTERNET

URGENSI KAJIAN CYBERSEX DALAM PERMASALAHAN SOSIAL AKTUAL

Pesatnya perkembangan teknologi di masyarakat berkorelasi dengan adanya perubahan dalam berbagai aspek kehidupan. Komsumtivisme masyarakat meningkat tajam dengan hadirnya berbagai layananan teknologi yang mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya. Masyarakat kini tidak saja disatukan dalam satu kesatuan wilayah nasional, namun saat ini masyarakat sudah disatukan dalam satu kawasan yang lebih luas lagi yaitu wilayah internasional. Masyarakat saat ini tidak perlu khawatir untuk berkomunikasi dengan keluarganya di negara lain karena telah ada layanan handphone maupun internet yang dapat berkomunikasi secara langsung dengan penggunanya. Masyarakat saat ini dapat mengakses berbagai informasi sampai pada detail data dengan menggunakan teknik searching di internet sehingga menjadi semakin cerdas memperoleh ilmu tanpa terbatas pada usia, tempat maupun waktu.

Internet tidak hanya sebatas pada aspek perangkat keras berupa seperangkat komputer, namun merupakan peralatan yang saling berhubungan satu sama lain dan memiliki kemampuan untuk mengirimkan data, baik berupa teks, pesan, grafis, maupun suara. Kemampuan internet tersebut dapat diinterpretasikan bahwa internet merupakan suatu jaringan komputer yang saling terkoneksi dengan jaringan lainnya ke seluruh penjuru dunia (Munir, 2010: 195).

Kemudahan-kemudahan yang telah disediakan oleh layanan internet kepada masyarakat pada satu sisi ternyata dapat digunakan oleh masyarakat dalam bentuk aktivitas negatif, sehingga menimbulkan permasalahan sosial di masyarakat. Kemajuan di bidang teknologi memang akan berjalan bersamaan dengan munculnya perubahan-perubahan di bidang kemasyarakatan (Soerjono Soekanto, 2005: 87), sehingga kehadiran internet dapat mengubah budaya dan kondisi sosial di masyarakat secara keseluruhan.

Kehadiran internet menjadikan masyarakat Indonesia banyak yang mengkonsumsi pornografi di usia dini. Kejahatan melalui internetpun saat ini bukan lagi melanda dalam satu wilayah, namun dapat dilakukan antar negara sehingga memerlukan kerjasama internasional dalam menanganinya. Dampak lain yang dapat dirasakan adalah penggunaan media internet yang bersingungan dengan beberapa tindak pidana seperti pencemaran nama baik, perjudian, pembobolan rekening, perusakan jaringan, penyerangan melalui virus dan sebagainya (Dikdik M. Arief Mansur dan Elisatris Gultom, 2005: 5).

Indonesia merupakan negara yang rendah jumlah penguasaan teknologi internet, namun ternyata Indonesia justru merupakan negara kedua terbesar yang melakukan kejahatan internet setelah Ukraina hal ini disinyalir dari laporan Federasi Bureau of Investigation (FBI). Yogyakarta merupakan kota pertama tertinggi melakukan kejahatan internet (cyber crime) setelah itu kota kedua adalah Bandung (Abdul Wahid dan Mohammad Labib, 2005: 127).

Penyimpangan penggunaan teknologi internet secara mikro ternyata dapat membuat sebuah komunitas baru yang hanya diketahui oleh masyarakat yang memahami tentang penggunaan teknologi internet. Cybersex merupakan salah satu istilah yang muncul untuk mewakili masyarakat yang gemar melakukan sex dengan menggunakan internet. Penggunaan aplikasi program internet untuk melakukan cybersex banyak macamnya, baik untuk transaksi sex, hedonisme sex, maupun membangun komunitas baru yang anggotanya terdiri dari masyarakat mempunyai kecenderungan sex yang sama (gay, lesbi, bisex, penyiksaan sex dan sebagainya).

Banyaknya permasalahan penggunaan internet sebagai media cybersex guna membatasi lingkup bahasan maka dalam wacana ini hanya akan dibahas tentang cybersex dengan menggunakan program aplikasi internet khususnya menggunakan moo Internet Relay Chat (mIRC), Yahoo Messenger (YM), yang didukung oleh Facebook, dan Debut. Bahasan akan berkisar masalah fenomena meningkatkanya kasus pornografi di internet yang dilakukan oleh masyarakat.

Bahasan tentang cybersex dengan menggunakan aplikasi program internet menjadi penting karena didasari oleh permasalahan (1) semakin maraknya kasus-kasus pornografi melalui media internet; (2) banyaknya jumlah video porno yang direkam dengan menggunakan program aplikasi internet yang dilakukan oleh masyarakat; (3) merebaknya penyakit seksual di masyarakat karena adanya sex bebas; serta (4) terancamnya generasi mudah karena dari degradasi moral.

CYBERSEX: PERMASALAHAN AKTUAL MASYARAKAT YANG BELUM TERUNGKAP

Cyber berasal dari kata cybernetics merupakan suatu bidang ilmu yang merupakan perpaduan antara robotik, matematika, elektro dan psikologi yang dikembangkan oleh Norbert Wiener di tahun 1948 (Dikdik M. Arief Mansur dan Elisatris Gultom, 2005: 6). Bila cyber dihubungkan dengan sex maka pemahaman tersebut bergeser, yaitu hubungan erotik yang terjadi di alam maya (Kasandra, 2010: 1).

Cybersex merupakan sebuah permasalahan yang spesifik dan belum dipahami oleh masyarakat secara luas. Penyimpangan seksual tersebut menjadi sangat ekslusif, karena hanya diketahui oleh sebagian kecil masyarakat yang memahami tentang teknologi internet. Cybersex yaitu kondisi masyarakat yang menggunakan internet untuk melakukan berbagai aktivitas sexual. Perlilaku sexual yang sering dilakukan di internet antara lain transaksi seksual, freesex, melakukan sex melalui internet, berkumpulnya komunitas penyimpangan sex, melakukan perekaman aktivitas dan sebagainya.

Para pengguna Internet akan mengalami kecanduan cybersex melalui beberapa tahap. Pertama kecanduan, pengguna cybersex awalnya sebatas tertarik terhadap materi-materi pornografi. Lama kelamaan, ingin mendapat lebih banyak materi pornografi lainnya. Kedua eskalasi, seiring dengan waktu, untuk memuaskan kebutuhan seks pecandu cybersex akan mencari materi seks yang lebih hot. Akibat dari kecanduan adalah hidup menjadi tidak produktif. Para pecandu cybersex bisa merasa tidak berdaya untuk meninggalkan perilaku konsumtifnya. Hal ini membuat kehidupan mereka menjadi tidak teratur. Pada tahap lebih fatal, pecandu cybersex lebih senang masturbasi dengan komputer dibandingkan dengan berhubungan seksual nyata. Pada kondisi tertentu ingin merealisasikan seks maya ke dunia nyata (Kasandra, 2010: 3).

Cybersex, merupakan bagian dari penyakit masyarakat yang dapat merusak generasi muda melalui aktivitas sex bebas. Penanganan masalah cybersex mempunyai kendala tersendiri karena aktivitas sex tersebut hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu, menggunakan teknologi internet mempunyai wilayah internasional, dan belum kuat dasar hukumnya. Batasan-batasans tentang cybersex juga belum jelas, apakah seseorang dapat dijerat dengan berbagai pasal dalam konstitusi.

Cybersex merupakan salah satu bagian dari kejahatan karena tiap perbuatan yang bersifat tidak susila, melanggar norma, mengacaukan, dan banyak menimbulkan banyak ketidaktenangan dalam kehidupan masyarakat, sehingga masyarakat berhak untuk mencela, mereaksi atau mengatakan penolakan atas perbuatan itu (Abdul Wahid dan Mohammad Labib, 2005: vii).

Para pengguna internet untuk melakukan cybersex disinyalir semakin lama akan semakin meluas. Hal tersebut disebabkan para pelaku cybersex selalu mengajak orang lain untuk melakukan masuk ke cybersex melalui channel-channel umum seperti channel lokal. Channel cybersex juga akan memberi komunitas kepada orang-orang yang memang mempunyai kecenderungan melakukan cybersex untuk menemukan komunitasnya di internet sehingga hasratnya dapat terlampiaskan.

Penggunaan cybersex tentu saja akan menyebabkan pelaku freesex semakin meningkat. Hal lain yang akan muncul adalah banyaknya kasus-kasus aborsi, merebaknya penyakit kelamin, dan munculnya berbagai video porno di internet. Merebaknya video porno di internet yang dilakukan oleh orang Indonesia asli tentu saja menjadi fenomena baru dan bersinggungan dengan hukum. Memang diakui bahwa teknologi telah mengubah pola kehidupan manusia di berbagai bidang, sehingga secara langsung telah mempengaruhi munculnya perbuatan hukum baru di masyarakat (Syamsul Muarif, 2004: 3).

DISIMPLEMENTASI PROGRAM APLIKASI INTERNET DALAM CYBERSEX

Cybersex banyak menggunakan program-program umum yang dapat dipelajari dengan mudah oleh penggunanya. Program aplikasi komputer tersebut sebenarnya bukan diperuntukkan bagi masyarakat yang suka melakukan cybersex, namun program aplikasi tersebut dapat mendukung kelancaran masyarakat untuk melakukan cybersex. Program aplikasi tersebut antara lain:

1. Moo Internet Relay Chatt (mIRC)

mIRC merupakan singkatan dari moo Internet Relay Chat. Program ini banyak digunakan untuk berkomunikasi dengan pengguna komputer yang lainnya dengan bahasa tulisan. Program mIRC dapat didownload melalui internet dan dapat digunakan untuk berkomunikasi secara luas baik di dalam negeri maupun di luar negeri. mIRC sering disebut dengan chatting. Program ini sangat familier digunakan oleh berbagai kalangan baik siswa, mahasiswa maupun masyarakat karena penggunaannya yang mudah.

2. Facebook

Facebook merupakan salah satu program yang digunakan oleh masyarakat untuk mengenal satu-sama lain dengan cara melihat foto, identitas, saling mengomentari, saling berkomunikasi bahkan mengirimkan video. Facebook merupakan salah satu program aplikasi internet yang terkenal karena tidak memerlukan pengguasaan teknologi secara keahlian. Facebook mudah dibuat dan dijalakan sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk menggunakannya.

3. Yahoo Messenger (YM)

Yahoo Messenger fungsinya hampir sama dengan mIRC, namun dalam Yahoo Messenger pengguna berkomunikasi dalam jumlah terbatas karena setiap pengguna harus mengetahui kode (id) orang lain. Kelebihan dari progam Yahoo Messenger adalah pengguna dapat melihat langsung wajah orang lain dengan mengggunakan kamera (webcam) dan dapat berkomunikasi langsung dengan audio.

4. Debut

Debut merupakan salah satu program yang digunakan untuk merekam tampilan di monitor maupun  perekaman dari web cam. Segala proses yang berhubungan dengan proses yang ada di monitor dapat terekam secara maksimal dengan dukungan audio. Program ini merupakan program aplikasi yang tidak memerlukan jumlah kapasitas yang besar karena merupakan program aplikasi yang dapat dicopy di flasdisk.

PROSES CYBERSEX DI INTERNET

Pornografi di internet bukan suatu hal yang baru di Indonesia. Sejak kehadiran internet di Indonesia, banyak masyarakat kemudian mulai mengkonsumsi pornografi. Banyak situs-situs porno tidak dapat lagi dapat dibendung masuk di Indonesia. Apabila jaman dahulu orang jarang dapat melihat foto orang bugil, namun kini dalam hitungan menit orang dapat mengkoleksi foto dan film porno menggunakan media internet.

Keinginan untuk melihat gambar dan video porno tidak hanya konsumsi orang dewasa, anak-anak kini sangat mudah untuk mendapatkan foto dan video tersebut. Laptop maupun flashdisk yang dibawa oleh remaja maupun anak-anak kadang menyimpan foto dan video porno. Pornografi di internet kini bukan suatu pembicaraan yang tabu lagi, karena fenomena pornografi di internet sudah menggeser budaya Indonesia yang santu dan penuh dengan ajaran-ajaran moral.

Pencarian foto dan video porno melalui fasilitas searching engine merupakan hal yang biasa, karena terdapat hal yang lebih parah lagi yaitu aplikasi internet digunakan sebagai pemuas hasrat seks dengan istilah cybersex. Anak-anak muda maupun orang tua mulai menggemari melakukan seks dengan menggunakan program internet, baik untuk transaksi, hedonisme maupun untuk membangun komunitas seks yang menyimpang. Beberapa masyarakatpun tidak menyadari bahwa kegiatan seks yang dilakukan dapat terekam di webcam dan dapat dipublikasikan di internet. Saat inipun banyak sekali video-video baik sengaja maupun tidak sengaja terekam di camera dan menyebar di berbagai tempat.

Semakin canggih seseorang menguasai program-program internet, semakin leluasa melakukan berbagai cara untuk mendapatkan gambar dan video porno yang sengaja direkam dan dipublikasikan. Apabila hal tersebut terus berlangsung, maka video-video dan gambar-gambar porno masyarakat Indonesia banyak beredar di internet dan menjadi konsumsi pada tingkat internasional sehingga membuat citra bangsa Indonesia menurun.

Berdasarkan hasil observasi, ternyata perekaman video porno di internet secara tersembunyi mudah dilakukan di internet. Program yang sering digunakan adalah menggunakan program Debut. Program ini dapat merekam segala aktivitas masyarakat, baik menggunakan media internet atau merekam secara langsung. Hasil dari perekaman tersebut tidaklah mengecewakan, karena didukung oleh teknologi webcam yang standar.

Pelaku cybersex pada awalnya menggunakan program mIRC untuk berkomunikasi secara langsung dengan bahasa tulisan. Dalam program mIRC banyak sekali komunitas atau channel yang khusus diperuntukkan bagi masyarakat yang gemar melakukan cybersex dengan demikian mereka lebih leluasa untuk memilih pasangan untuk melakukan freesex. Saluran komunikasi yang ada di mIRC banyak ragamnya, sehingga akan memudahkan masyarakat untuk memilih tipikal kecenderungan seksual yang diinginkannya.

Komunikasi yang dilakukan dengan program mIRC biasanya berkisar tentang data diri, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan aplikasi Facebook atau Friendster untuk dapat melihat langsung wajah dari lawan bicaranya. Apabila saat melihat foto yang dipasang di Facebook orang tersebut saling adanya ketertarikan, maka mereka akan bertemu dan melakukan freesex.

Program yang lebih canggih lagi dengan menggunakan Yahoo Messenger untuk berkomunikasi dengan orang lain. Program Yahoo Messenger digunakan oleh para pencinta cybersex dengan melihat langsung orang lain dengan menggunakan webcam. Apabila dua orang sedang berkomunikasi dengan Yahoo Messenger maka keduanya dapat melihat secara langsung lawan bicaranya menggunakan webcam. Hal inilah yang sering digunakan para pencinta cybersex untuk melakukan hedonisme seks dengan melihat kamera dalam laptopnya.

Cybersex yang dilakukan oleh dua orang atau lebih biasanya dengan memperlihatkan alat vital, dan merangsangnya sehingga terjadi puncak seksual. Cybersex dengan menggunakan aplikasi internet, tidak saja dilakukan pada malam hari, namun juga di pagi dan di siang hari. Pelaku dapat memanfaatkan webcam yang disediakan di warung internet atau menggunakan laptop pribadi untuk melihat pasangan seksnya.

Pelaku cybersex dengan merangsang dirinya dalam permasalahan seks, kadang tidak sadar bahwa aktivitasnya bertelanjang, merangsang alat vitalnya serta aktivitas lainnya dapat terekam di webcam menjadi video mesum. Ketidaksadaran masyarakat tersebut karena masyarakat kurang menguasai materi dan ketidaksadaran dari masyarakat bahwa aktivitasnya dapat terekam di webcam.

DAMPAK PENYIMPANGAN PENGGUNAAN APLIKASI PROGRAM INTERNET TERHADAP KASUS PORNOGRAFI

Penggunaan aplikasi program internet khususnya mIRC, Yahoo Messenger, Facebook dan Debut, merupakan rangkaian dari program-program yang mengarah pada pornografi di internet. Banyak akibat yang dapat dirasakan oleh masyarakat maupun secara individu yaitu:

1.    Maraknya penggunaan aplikasi internet yang berbau pornografi baik pada tingkat anak-anak sampai dengan orang dewasa. Masyarakat akan lebih mudah untuk mendapatkan gambar-gambar pornografi yang jumlahnya berjuta-juta situs.

2.    Penggunaan aplikasi komputer dapat menyebabkan meningkatnya kasus freesex dalam artian kedua pasangan merasa puas melakukan seks tanpa adanya ikatan dan tanpa adanya pembayaran.

3.    Banyaknya bermunculan video porno karena sebagian masyarakat tidak sadar bahwa aktivitas cybersex (khususnya menggunakan Yahoo Messenger) karena aktivitas di internet dapat terekam secara jelas.

4.    Penyakit menular yang berhubungan dengan seks akan merebak karena pelaku cybersex dapat melakukan seks bebas setiap hari dan setiap waktu. Apabila mereka adalah para sexmania maka transaksi seks dapat terjadi setiap waktu. Apabila para sexmania merasa ingin melakukan seks maka dapat langsung berhubungan dengan channel di internet yang khusus menyediakan seks gratis.

5.    Turunnya tingkat moralitas para generasi muda, karena mereka banyak disuguhi pornografi di internet, bahkan ada beberapa orang yang telah masuk dalam cybersex masih SMP. Semakin lama dapat diprediksi para generasi muda telah mengenal seks sejak dini. Hal tersebut sukar untuk dihindari karena di satu sisi masyarakat membutuhkan internet untuk pembelajaran namun di sisi lain internet menyediakan pornografi dan cybersex.

WACANA AKHIR

Dalam wacana akhir ini dapat dipahami bahwa tidak dapat dipungkiri fenomena cybersex dengan menggunakan internet akan meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini disebabkan program-program internet semakin mendekatkan antara pengguna dengan pengguna, sehingga dapat berkomunikasi secara langsung dengan menggunakan video, audio dan teks. Para cybersex dengan leluasa menggunakan program-program tersebut untuk memuaskan hedonismenya.

Solusi dari permasalahan tersebut adalah perlu adanya batasan yang jelas melalui konstitusi untuk membendung para pelaku cybersex sehingga aktivitasnya terbatasi. Adanya sensor dengan sistem banned yaitu memutus hubungan langsung pelaku cybersex seperti yang dilakukan mIRC apabila disinyalir nick yang digunakan orang berbau pornografi. Perlunya sosialisasi kepada siswa, remaja dan masyarakat tentang bahaya dari cybersex bagi kelangsungan kehidupan serta turunnya moralitas bangsa.

 

PUSTAKA

Abdul Wahid dan Mohammad Labib. 2005. Kejahatan mayantara (cybercrime). Bandung: Refika Aditama.

Dikdik M. Arief Mansur dan Elisatris Gultom. 2005. Cyber law aspek hukum teknologi informasi. Bandung: Refika Aditama.

Kasandra. 2010. Cyber sex, melepas libido seks di alam maya. (Online). (http://www.konseling.net/artikel_seks/libido_seks_alam_maya.htm, diakses tanggal 10 November 2010).

Munir. 2010. Kurikulum berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Bandung: Alfabeta.

Soerjono Soekanto. 2005. Pokok-pokok sosiologi hukum. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Syamsul Muarif. 2004. Menunggu lahirnya cyber law. (Online). (http://www.cybernews.cbn.net.id, diakses tanggal 10 November 2010).



Responses

  1. gambare kok ra sangar ya…

  2. Makalah yang bikin hot dan puanas……. heheh tapi uapiiiikkk tennannnn

  3. Keren-keren. Makalahe rodo panas, ning uapikeee poollllssss


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: