Oleh: Supri Hartanto | 4 November 2010

KONTRIBUSI ILMU-ILMU DALAM IPS TERPADU

a.  Ilmu Politik

Bidang khusus ilmu politik meliputi pusat perhatiannya tentang tingkatan pemeritahan (atau organisasi politik lainnya) atau berbagai fungsi pemerintahan. Bidang-bidang perhatian khusus yang didasarkan pada tingkatan pemerintahan meliputi negara dan pemerintah daerah, pemerintah pusat (nasional) hubungan internasional (politik internasional). Bidang kajian khusus yang didasarkan pada fungsi-fungsi pemerintahan meliputi proses pelaksanaan bdadan legistlatif (pembuatan undang-undang), sistem peradilan (interpretasi udnang-undang), dan proses eksekutif (pelaksanaan undang-undang).

Seperti halnya ahli ekonomi dan sejarahwan, para ilmuwan politik dapat dibdakan atas dua ajaran berdasarkan pada kekuatan komitmennya pada metode ilmiah. Ilmuwan politik tradisional mempertanyakan masalah-masalah dan menggunakan teknik-teknik untuk menjawab pertanyaan yang lebih banyak mengandung ciri-ciri humanitis daripada ilmu-ilmu sosial. Mereka tertarik, misalnya dengan gambaran bentuk ideal pemerintahan yang seharusnya dijalankan (ideologi politik) atau dalam menerapkan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah kebijakan umum dan memprakarsai reformasi sosial. Sebaliknya, ilmuwan politik ilmiah (atau aliran perilaku behavioral) membatasi bidang garapannya terhadap kajian perilaku politik manusia secara empiris. Kaum behabioris menyelidiki topik-topik seperti perilaku dalam p emungutan suara, pendapat umum, dan perilaku politik perbandingan. Mereka membatasi kajiannya tentang apa dan tidak berusaha untuk menentukan apa seharusnya.

 b.  Sosiologi

Ahli sosiologi mempelajari perilaku manusia dalam kelompok-kelompok. Perhatian utamanya adalah dalam hubungan sosial manusia-perilaku manusia seperti diwujudkan sendiri dalam perkembangan dan fungsi dari kelompok institusi. Kelompok-kelompok dapat mencakujp kelompok yang terjadi secara alamiah-seperti keluarga, para pekerja dalam organisasi, atau gerakan kerusuhan- atau kelompok-kelompok yang dibentuk untuk tujuan mengadakan penelitian imiah “di dalam laboratorium” (seperti keompok pengambilan keputusan atau pemecahan masalah). Institusi-institusi kepentingan umumnya mencakup sekolah-sekolah, media masa, kelas-kelas sosial, organisasi perusahaan, dan penjara-penjara. Perhatian sosiologi meliputi pula bagaimana kelompok-kelompok  dan institusi-institusi berinteraksi. Para ahli sosiologi bisa mengkhususkan dalam bebeapa bidang, seperti keluarga, kriminologi, komuikasi, pendapat umum, organisasi yang kompleks, hubungan ras, etnik, peranan jenis kelamin, demografi (kependudukan), pendidikan, perilaku kelompok kecil, stratifikasi sosial, sosiologis medis, dan sosiologi bidang pekerjaan atau profesi.

 c.  Antropologi

Para ahli antropologi mempelajari tentang budaya manusia. Mereka tertarik dengan kebudayaan prasejarah (kebudayaan yang diciptakan sebelum lahirnya zaman sejarah) juga kebudayaan pada zaman modern saat ini. Mereka mengkaji kebudayaan pada semua tingkat perkembangan teknologi, dan zaman berburu, dan jaman pengumpulan makanan sampai zaman bercocok tanam serta zaman industri.

Para ahli antropologi dapat dibdakan ke dalam beberapa spesialisasi. Pertama, ahli antropologi sosial (antropologi budaya) mempelajari tentang kelompok-kelompok manusia yang ada saat ini yang menggunakan cara hidup tertentu. Mereka dapat mengkaji budaya manusia tertentu dengan cara mempelajari bagaimana bagian-bagian budaya itu bisa cocok dalam membentuk keseluruhan budaya manusia yang bermakna atau mereka dapat memilih dan mempelajari sejumlah kebudayaan berdasarkan pola-pola perilaku untuk mendapatkan perspektif antar budaya tentang kondisi manusia. Kedua, ahli etnografi adalah seorang ahi antropologi yang punya spesialisasi dalam mengumpulkan informasi tentang segala aspek budaya yang ada melalui kerja lapangan. Ketiga, ahli antropologi bahasa mempelajari bahasa-bahasa yang digunakan manusia dnegna fokus kajian pada penggunaan bahasa dalam konteks sosial.

Keempat, ahli antropologi fisik (biologi) menggunakan tehnik-teknik ilmu pngetahuan alam dalam studi makhluk hidup maupun yang sudah berupa fosil atau primat binatang seperti kera atau monyet. Kelima, ahli arkeologi menggunakan teknik-teknik penggalian dan analisis ilmiah sisa-sida fisik makhluk hidup untuk merekonstruksi cara hidup manusia yanga telah musnah. Keenam, ahli primatologi meliputi ahi antropoogi yang mempelajari perilaku kelompok primat. Tegasnya, tiga spesialis terakhir ini lebih menyerupai ilmu-ilmu alam daripada ilmu-ilmu sosial dalam fokus dan metode kajiannya.

 d.  Psikologi

Para ahli psikologi mempelajari perilaku individu-individu  dan kelompok-kelompok kecil individu. Disiplin ini terkadang didefinisikan untuk meliput semua bentuk perilaku: manusia dan bukan manusia, manusia normal dan abnormal, individu dan kelompok, fisik dan mental, dan secara instink maupun dengan cara dipelajari. Secara tradisi, para ahli psikologi telah mempelajari tentang belajar, pertumbuhan dan perkembangan, berikir, perasaan, perilaku kelompok, perkembangan kepribadian dan perilaku abnormal.

Lapangan spesialisasi dalam psikologi meliputi beberapa yang berorientasi pada ilmu sosial. Berikut ini adalah beberapa contoh yang termasuk ilmu sosial. Ahli psikologi perkembangan mengkaji semua aspek perilaku perkembangan manusia selama rentang hidupnya. Ahli psikologi eksperimen menggunakan pendekatan penelitian eksperimental untuk mempelajari perilaku manusia secara individu. Ahli psikologi sosial tertarik dengan perilaku manusia atau kelompok-kelompok. Ahli psikologi kepribadian, mempelajari perkembangan dan hakikat kepribadian manusia. Ahli psikologi pengetahuan tertarik dengan bagiamana manusia berpikir dan belajar. Ahli psikologi klinis meliputi perilaku manusia terdidik yang atidak normal.

 e.  Sejarah

Sejarah adalah studi tentang kehidupan manusia di masa lampau. Para sejarahwan tertarik dengan semua aspek kehidupan manusia di masa lampau: politik, hukum, militer, sosial, keagamaan, keilmuan dan intelektual. Seorang sejarahwan mungkin mengkhususnya pada satu atau lebih dari aspek-aspek kegiatan manusia, pada sejarah negara tertentu atau wilayah geografis, pada periode waktu tertentu, pada peristiwa-peristiwa penting, atau kepribadian orang terkemuka.

Ada perdebatan tentang apakah kajian sejarah ini lebih tepat digolongkan sebagai ilmu sosial atau salah satu bagian dari humaniora. Masalah ini muncul disebabkan adanya beberapa keterbatasan yang dihadapi oleh para sejarahwan dalamusaha menggambarkan kehidupan masa lampau secara cermat dan ilmiah. Salah satu keterbatasannya adalah kurangnya catatan-catatan yang lengkap dari peristiwa-peristiwa masa lalu. Masalah ini merupakan keterangan yang sangat penting bagi sejarahwan dalam mengkaji kehidupan manusia pada zaman prasejarah, yakni manusia yang hidup sebelum ditemukannya tulisan.

 f.   Pendidikan

Secara sederhana dan umum, pendidikan bermakna sebagai usaha untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi bawaan, baik jasmani maupun rohani, sesuai dengan nilai-nilai yang ada di daam masyarakat dan kebudayaan. Berdasarkan beberapa definisi pendidikan maka dapat diikkhtisarkan bahwa pendidikan dapat diartikan sebagai (1) suatu p roses pertumbuhan yang menyesuaikan dengan lingkungan; (2) suatup engarahan dan bimbinga yang diberikan kepada siswa dalam pertumbuhannya; (3) suatu usaha sadar untuk menciptakan suatu keadaan atau situasi tertetu yang dikehendaki oleh masyarakat; (4) suatu pembentukan karakter, kepribadian dan kemampuan anak-anak dalam menuju kedewasaan.

 g.  Sastra

Sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar sas yang berarti “instruksi” atau “ajaran”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Yang agak bias adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra. Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.

 h.  Seni

Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta).

Peranan ilmu-ilmu sosial tersebut sampai saat ini tetap menjadi konten utama untuk social studies atau PIPS. Norman MacKenzie merumuskan disiplin ilmu sosial sebagai “all the academic disciplines which deal with men in their social context” artinya semua disiplin akademik yang berkaitan dengan manusia dalam konteks sosial. Setiap disiplin ilmu sosial memiliki  konsep-konsep, generalisasi dan teori yang dapat memberikan kontribusi daam penyusunan disain maupun dalam pelaksanaan proses belajar mengajar IPS pada sekolah dasar dan menengah. Pada hakekatnya, semua disiplin ilmu sosial tersebut memiliki objek kajian yang sama, yakni manusia.

Rujukan bacaan:

Choirul Mahfud. 2009. Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Sapriya. 2009. Pendidikan IPS. Bandung: Remaja Rosdakarya

Internet http://www.wikipedia.com

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: